Statement infrastruktur bukan ukuran pemimpin dinyinyirin, ini tanggapan ketua mahbub djunaidi centre

“Pembangunan infrastruktur tidak mencerminkan suksesnya seorang pemimpin.”

Saya hanya ingin katakan bahwa statement saya di atas tidak ada keterkaitan saya dengan partai politik manapun termasuk kadernya. Apa yang saya tulis di atas jelas tidak termasuk kategori statement politik tingkat tinggi.

Saya hanya ingin mengajak kepada para mahasiswa yang saya kenal untuk lebih objektif dalam menganalisa segala persoalan termasuk apa yang nampak didepan mata agar para mahasiswa yang berminat terjun ke kancah politik praktis bukan sekedar mengandalkan suara terbanyak dan jatah elite partai karena ada timbal balik dari hasil distribusi suara dalam pemilu.

Ketika saya memancing mahasiswa dengan statement yang memang bukan kategori politik tingkat tinggi mereka cuek bebek dan tidak ada yang bertanya serius.

Saya sih sadar diri karena saya memang bukan tokoh pergerakan dan bukan orang yang bisa merealisasikan impian mereka. Saya hanya mengharapkan kepada mereka agar nalarnya jangan di buat jeblok oleh diri sendiri.

Mereka lebih senang turun kejalan nengteng TOA di bandingkan menganalisa persoalan besar yang ada didepan mata mereka yang efeknya baru terasa lima belas tahun kedepan.

Ada yang salah urus dan harus dibenahi agar para mahasiwa baru yang berada dalam sebuah organisasi kampus baik itu intra maupun extra tidak menjadi liar dan tersesat di hutan belantara.

Jika hal itu terus-terusan terjadi maka mereka akan seperti bebek dan hanya jadi kacung politik. Tidak akan menjadi kader yang berkualitas dan organisasi targetnya hanya menerima sebanyak-banyaknya anggota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *