Kasus Meikarta Buka Mata Publik Soal Pejabat dan Dewan yang Manfaatkan Jabatan

Kasus suap mega proyek Meikarta yang menjerat Bupati Bekasi beserta beberapa kepala dinas untuk memuluskan pembangunannya, ternyata dalam fakta persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, memunclkan fakta baru soal keterlibatan oknu anggota DPRD Kabupaten Bekasi sebagai saksi.

Menanggapi dugaan keterlibatan anggota DPRP Kabupaten Bekasi ini, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis, Jajang Nurjaman mengatakan kasus tersebut sudah membuka tabir soal pejabat yang selama ini memanfaatkan jabatannya hanya untuk menguntungkan dirinya sendiri.

“Kasus Meikarta membuka mata publik, bahwa pejabat kita selama ini ternyata memanfaatkan kekuasaannya demi mendulang uang. Mulai dari eksekutif bahkan legislatif,” ujarnya, Senin (11/2/2019).

Namun, pihaknya percaya percaya tidak semua pejabat ataupun anggota DPRD terlibat, untuk itu dirinya mendorong agar mereka ikut bersuara. “Kami yakin tidak semua pejabat kita termasuk anggota dewan brengsek semua, tapi masih ada beberapa yang waras, inilah saatnya mereka bersuara,” ujarnya.

“Kami berharap, kasus Mega skandal dibuka selebar-lebarnya. Pihak-pihak yang masih waras dan punya hati nurani sudah saatnya bersuara, agar masyarakat tahu siapa saja yang terlibat dalam persekongkolan ini,” imbuh jajang.

Dengan demikian, pihaknya meminta para penegak hukum untuk bergerak cepat dalam menyelesaikan kasus tersebut.

“Dengan adanya anggota dewan yang bersuara, kita harap penegak hukum atau KPK, bias bergerak cepat meyelesaikan mega skandal Meikarta. Pihak-pihak yang terlibat harus segera mempertanggungjawabkan tindakannya dihadapan hukum,” tandasnya.

Lalu bagaimana dengan pembangunan-pembangunan yang melibatkan swasta di daerahmu?

 

Ditulis : suarabekasi.id tanggal 11/02/2019

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *