Demokrasi Banyak Meninggalkan Polemik Ketua Pemuda Lira Angkat Bicara

Dekadensi idiologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Dalam pemilu tahun ini Semua orang di sibukan oleh pesta demokrasi, yang pada akhirnya semua orang hari ini hanya berbicara tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah tanpa memperhatikan kemanusiaan,

Keadaan tersebut sudah jauh dari kata Pancasila dan UUD 1945 yang di mana isi dari Pancasila dan UUD 1945 mengedepankan kemanusiaan,

Ada 225 warga sipil tewas yang menjadi korban pesta demokrasi yang kebablasan, dan sampai detik ini belum ada satu lembagapun yang berbicara tantang dampak negatif dari demokrasi yang ke bablasan,

Gerakan gerakan lembaga, ormas dan organ kemahasiswaan pun yang selalu masif dan kongkrit dalam menyuwarakan kemanusiaan kini bungkam seperti orang yang tuli bisu dan buta.

Makadari dari itu saya Linggar Gultor Babega sebagai ketua umum pemuda Lira kabupaten Lebak mengajak kepada seluruh elemen pemuda melenial serta masyarakat umum, oraganisi kemahasiswaan , lembaga propesional dan ormas untuk mengkaji kembali dampak negatif dari perhelatan pesta demokrasi hari ini.

Mari kita semua berkontemplasi untuk berdaulat dan turun kejalan untuk menyurakan kemanusian.

Selain itu, saya menghimbau sebagai warga negara Indonesia kepada MK dan MA agar segera meninjau serta memperhatikan secara akuntabel kegiatan penghitungan suwara di KPU, agar tidak terkesan sudah jatuh tertimpa tangga lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *